Lutim.RedMOL.id – Bendungan Singgeni II yang terletak di Desa Jalajja Kecamatan Burau dilaporkan terbengkalai selama kurang lebih empat tahun terakhir. Kondisi bendungan yang kini dipenuhi sedimen membuat aliran air ke area persawahan warga total tidak dapat pasokan air.
Akibatnya, puluhan hektar sawah milik petani di sekitar wilayah tersebut mengalami kekeringan dan terancam gagal tanam. Para petani mengaku kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi lahan mereka.
Salah seorang petani setempat mengatakan, sebelumnya bendungan tersebut menjadi sumber utama pengairan bagi lahan pertanian warga. Namun karena tidak pernah dilakukan pengerukan sedimen atau perawatan, kapasitas bendungan semakin menurun.
“Sudah sekitar empat tahun ini tidak ada perhatian. Sekarang bendungan tertutup pasir, kayu, dan lumpur, air tidak bisa lagi mengalir lancar ke sawah,” ujar Sabedago salah satu ketua Poktan setempat, Sabtu (7/03/2026).
Sebagian petani terpaksa mengandalkan pompanisasi untuk mengairi lahan mereka. Namun cara tersebut dinilai cukup memberatkan karena membutuhkan biaya tambahan untuk bahan bakar dan perawatan mesin pompa.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur segera turun tangan melakukan normalisasi bendungan agar lahan pertanian kembali mendapatkan pasokan air.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, para petani khawatir produktivitas pertanian akan terus menurun dan berdampak pada perekonomian masyarakat yang sebagian besar bergantung pada sektor pertanian.
Masyarakat juga meminta adanya perhatian serius dari instansi terkait untuk melakukan pengerukan sedimen serta perbaikan saluran irigasi agar bendungan Singgeni dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya.
